Pages

Sabtu, 28 April 2012

Cemburu

Sebuah emosi yang identik dengan para pecinta. Sering diangkat dalam karya sastra, lagu, film, dari yang Hollywood sampai FTV. Begitu sering membaca, begitu sering mendengar, hingga merasa dapat memahami tentangnya. Namun, membayangkan ternyata berbeda dengan merasakan. Cemburu rasanya tidak menyenangkan, begitu membingungkan. Akal sehat sepertinya telah mati. Meskipun terus-menerus meyakinkan diri, tetap hadir rasa tak enak di hati. Marah bercampur gelisah, tak dapat tidur, tak dapat menikmati hal yang lain, terus memikirkan dia..dia..dan dia lagi.
Mencemburui dan dicemburui, dua hal yang bertolak belakang, tetapi berasa sama, sama-sama sakit. Ketika menjadi pencemburu, seluruh dunia seakan tak ramah lagi. Hati membara dibakar cemburu meluap-luap. Ketika dicemburui, rasanya lebih sakit. Seperti kehilangan kepercayaan, apalagi jika memang tak melakukan apa-apa. Rasa yang terluka, hati yang kecewa, seolah-olah dituduh melakukan pengkhianatan tak termaafkan.
Kata orang, cemburu itu tanda cinta. Mungkin benar, mungkin juga tidak. Yang jelas, mencemburui dan dicemburui itu sama sekali tidak ada enak-enaknya.

0 comments:

Posting Komentar