Pages

Selasa, 19 Juni 2012

Trivia: Simple Things in My Life, Part 1

Hanya iseng-iseng nulis hal-hal kecil di hidupku, yang biasa, yang aneh, bahkan bodoh..hehe

1. Di Atas Kulkas

Keluargaku punya sebuah kulkas berwarna biru yang tiidak besar, tidak lega, tidak canggih, apalagi baru, karena sudah ada sejak aku balita. Kulkas ini tingginya cuma sekitar satu meter, dengan satu pintu dan isinya tidak seperti di iklan-iklan, dengan banyak buah-buahan,sayuran,maupun kue tart. Singkatnya, tidak ada yang istimewa dengan kulkas ini. Namun, kulkas inilah yang menjadi saksi bisu pertumbuhanku. Dulu waktu kulkasnya masih berwarna biru kinclong, aku tidak pernah bisa melihat bagian atas kulkas. Bagian itu menjadi misteri besar bagiku, dan aku ingin cepat besar agar bisa melihat ada apa di atas kulkas. Kini, setelah kulkasnya berubah warna menjadi biru karatan dan aku sudah mencapai usia hampir 19 tahun, dengan tinggi jauh melebihi bagian atas kulkas, baru aku tersadar, betapa kecil tubuhku dulu, betapa banyak tahun-tahun telah berlalu sejak saat itu, dan betapa manusia hanya bisa mengenang masa lalu, tanpa bisa kembali ke sana, karena waktu hanya akan bergerak maju tanpa berhenti, apalagi mundur.

2. Menunggu Start

Siang itu cuaca cukup panas. Aku mengendarai motor menyusuri jalan aspal di Kota Yogyakarta tanpa terburu-buru, hendak menuju ke suatu tempat. Di Jalan HOS Cokroaminoto daerah Tegalrejo, ada sebuah palang pintu kereta api. Ketika motor hitamku mendekati palang itu, sirene berbunyi dan palang turun perlahan-lahan, tanda kereta akan lewat. Sebagai pengendara yang baik (halah), aku memelankan laju motor, bersiap-siap berhenti. Namun beberapa pengendara di depanku terus maju pantang mundur berpacu dengan palang kereta yang mulai turun. Ketika palang sudah tertutup, kendaraan mulai berhenti, namun kereta yang ditunggu tak juga lewat. Sebuah motor yang menerobos divider sehingga ada di jalur lawan, celingak-celinguk, lalu, wuusshh, motor itu meliuk melewati palang ke jalan di depannya. Wow, sungguh aksi yang mendebarkan. Untung keretanya belum lewat sehingga aku tidak perlu melihat korban meninggal dengan mataku. Beberapa saat berlalu, akhirnya sang kereta yang ditunggu lewat dengan gagahnya. Berapa gerbong ya? hmm, pengendara motor dan mobil di sebelahku mulai tidak sabar. Motor-motor yang baru datang dari arah belakangpun melanggar divider agar bisa maju sampai ke dekat palang. Begitu palang pintu kereta dibuka, bahkan saat naiknya belum tuntas, kendaraan langsung lewat dengan kecepatan cukup tinggi seperti pembalap-pembalap yang akan mengelilingi sirkuit untuk berebut naik podium. Betapa jalanan menjadikan manusia tidak sabar...

3. Bapak Rumah Tangga

Siang lagi, aku naik motor melewati jalan kampungku setelah menjemput ibu tercinta di perempatan dekat jalan raya. Dalam perjalanan pulang, kulihat seorang remaja laki-laki membeli sayur di sebuah warung sayur sederhana yang terletak di pinggir jalan. Aku kenal remaja itu, dan baru beberapa hari lalu ibu membicarakan dia. Kata beliau, si remaja baru saja menikah karena menghamili pacaranya (ehemm). Padahal usianya lebih muda dari adikku, mungkin baru sekitar 15-16 tahunan dan jauh lebih nakal dari adikku. Namun sekarang, aku melihatnya membeli sayur, mungkin buat istrinya. Pernikahan telah mengubahnya menjadi bapak rumah tangga yang (semoga) lebih bertanggung jawab. Selamat menempuh hidup baru \(^o^)/ *kalau bahas pernikahan dini jadi ingat soal UAS PPR Pak Singgih (-,-)

4. Papan Nama Toko

Alkisah pada saat aku masih SMP, setiap berangkat sekolah diantar bapak, dan mulai mendekati "zona bahaya" sekolah :p, aku selalu melihat papan-papan nama toko di sebelah kanan dan kiri jalan. Kenapa? Alasannya sangat irasional, aku percaya kalau bisa melihat semua papan itu, maka nasibku hari ini akan baik dan hariku akan menyenangkan. Aneh bukan? Mungkin itu merupakan sebuah pengalihan kegelisahan, karena terus terang saja, waktu itu aku tidak suka ke sekolah. Kenapa tidak suka? Karena..hmm.. sebuah alasan yang lebih suka kusimpan sendiri saja. Hampir setiap hari aku melakukan hal ini, sampai hafal nama-nama toko di bagian barat sekolah, hehe.

5. Bus di Kelokan Jalan

Pada saat SMP dan waktu berangkat sekolah (lagi), setiap pukul 06.55 aku selalu melihat sebuah bus Prayogo berbelok dari selatan ke barat (Jalan HOS Cokroaminoto ke Jalan Godean). Itu tandanya aku akan sampai di sekolah tepat pada saat bel berbunyi (berarti agak telat, hehe).



Sekian dulu,capek,mau ingat-ingat pengalaman yang lain dulu. Kalau udah ingat baru ditulis lagi ^^

0 comments:

Posting Komentar