Sudah dini hari, tetapi saya tidak bisa tidur akibat efek kopi hitam yang sudah tandas dan tinggal ampas ini. Oleh karena itu, sekalian saja saya lanjutkan cerita-cerita soal KKN ini. Mumpung sedang ingin menulis. Mumpung sedang rindu pada teman-teman sepondokan. Kebetulan, cerita yang akan saya tulis ini berkaitan dengan mereka semua. Dengan kegilaan kami. Dan dengan film horor *shiver*.
Tersebutlah sebuah rumah kosong di Dusun Kloposawit, Desa Girikerto, Kecamatan Turi. Rumah ini dulunya milik kakak perempuan Pak Slamet, ketua RW 05, tetapi sudah tidak dihuni lagi karena empunya memutuskan pindah ke kota. Rumah itu menjadi tak berpenghuni, bahkan menjadi sarang maksiat. Setelah dikunci oleh Pak RW, rumah itu menjadi angker. Konon di situlah segala makhluk-makhluk bersarang, mulai dari yang kelihatan, seperti tikus dan kelelawar, sampai yang gaib. Rumah itu menjadi terlihat mengerikan dan tak terawat, bahkan anak-anak tidak mau bermain di halamannya yang luas. Tetapi pada awal Juli, seminggu sebelum bulan Ramadhan dimulai, mendadak rumah itu menjadi sangat ramai, terutama di malam hari. Ada apakah gerangan? Apakah setan-setan dugem, mumpung belum mulai puasa? Ternyata ada tujuh makhluk baru yang menempati rumah itu. Tujuh mahasiswa KKN-PPM UGM unit SLM-13 sub unit 2. Maya. Mukhlis. Memey. Gantang. Revta. Rizka. Dan saya sendiri. Dan mereka semua (termasuk saya) berisiknya minta ampun.
Dua di antara teman sepondokan saya, Gantang dan Revta, bisa "melihat" sesuatu yang gaib. Mereka mengatakan bahwa memang rumah yang kami huni memang penuh dengan hal-hal seperti "itu". Lebih menyebalkannya, mereka sering menggunakan "penglihatannya" untuk menakut-nakuti kami yang lain. Tetapi sudah tahu seperti itu, kami semua tetap melakukan suatu hal yang sepertinya dilakukan oleh setiap tim KKN (beradasarkan survei kecil-kecilan terhadap beberapa teman). Yaitu menonton film horor. Entah mengapa kami melakukannya, padahal kami semua penakut dan suheri (suka heboh sendiri) saat menonton film horor. Kami sok-sok berani saja, walaupun sebenarnya tidak berhasil.
Saya masih ingat benar, film horor pertama yang kami tonton bersama adalah sebuah film Korea. Judulnya adalah "White, The Cursed Melody". Kami menontonnya siang-siang, tetapi tetap saja teriak-teriak seperti anak alay. Sejak saat itu, kami, terutama cewek-cewek dan duo cowok, Gantang serta Revta, sering menonton film horor. Padahal Revta tidak suka film horor. Padahal saya juga tidak. Tapi karena nontonnya bareng-bareng, it's okay. Maybe. Saya sudah lupa film horor berikutnya yang kami tonton. Tetapi sejak saat itu kami mulai mencoba menonton film horor malam-malam, dengan lampu dimatikan.
Momen yang paling saya ingat adalah ketika menonton film horor dari Jepang, Ju On. Malam itu, kami baru pulang dari pelatihan komputer. Cuaca berkabut, sangat dingin dan mencekam. Cocok sekali untuk menonton film horor. Dan ya, setelah itu kami memang menonton film horor. Istimewanya, kami menonton menggunakan proyektor yang besoknya akan dipakai untuk program. Memakai speaker yang dibawa Revta. Dengan lampu dimatikan. Suasananya seperti nonton di bioskop. Kami bertujuh tiduran di atas kasur yang dialasi tikar dengan berselimut, karena sangat dingin. Gantang tidur paling pojok di samping tembok, sebelahnya ada saya, kemudian Maya, Rizka, dan Revta, semuanya menghadap ke layar. Mukhlis dan Memey tidur di kasur satunya karena mereka sedang tidak terlalu ingin menonton. Film dimulai dan karena layarnya besar, saya menutupi kepala dengan jaket, hanya sesekali mengintip saat adegannya tidak terlalu mengerikan. Saat hantunya muncul, kami selalu berteriak ketakutan. Teriakan kami mengandung dua makna sebenarnya. Satu, memang takut dan kaget melihat hantunya, dua, karena kaget mendengar Gantang berteriak. Gantang memang paling heboh teriaknya, bahkan pernah memukul saya yang tiduran di sebelahnya saking hebohnya. Pokoknya, malam itu kami benar-benar ketakutan. Acara menonton diakhiri malam itu, pukul 02.00 dengan ke kamar mandi berjamaah, karena tidak ada yang berani ke kamar mandi sendirian. Padahal kami sudah harus bangun jam 04.00 untuk makan sahur.
Dini hari itu, untuk pertama kalinya kami bertujuh tidur bersama, karena para cewek terlalu ketakutan untuk tidur di kamar. Saya tidur tidak nyenyak, selain karena kedinginan, juga masih terbayang dengan film horornya. Entah jam berapa, di luar terdengar suara "kresek-kresek", seperti plastik yang diseret-seret. Kami semua diam dan mendengarkan, sambil berharap itu cuma kucing yang mengacak-acak plastik sampah yang kami taruh di luar. Pukul 03.00, saya terbangun karena ada bisik-bisik di sebelah saya. Rizka berbisik kepada Maya bahwa dia kebelet pipis. Maya balas berbisik agar Rizka menahan pipisnya, nanti saja waktu sahur. Tetapi Rizka sudah tidak tahan. Merekapun bangun dan berusaha membuka pintu, yang ternyata sangat sulit dibuka. Akhirnya saya memutuskan untuk membuka pintu dan ikut mereka. Sampai di kamar mandi yang sunyi dan gelap, Rizka masuk duluan sementara saya dan Maya menunggu di luar. Tiba-tiba terdengar suara lolongan anjing dari belakang rumah (yang memang punya anjing). Tubuh saya sedikit gemetar, bukan hanya karena dingin, tetapi juga karena rasa merinding yang tidak dapat dijelaskan. Saya dan Maya hanya berpandangan, sambil memaki dalam hati, anjirr, ini anjing kenapa harus melolong-lolong sekarang?. Setelah Rizka selesai pipis, kami semua langsung ngibrit kembali ke pondokan dan selimutan lagi, sampai waktu sahur tiba.
Saya masih ingat beberapa dari film horor yang kami tonton, meskipun sudah lupa kronologisnya. Ada Orphan, Mama, The Grudge, The Ring, Fourbia 2, Tusuk Jelangkung, Shutter, Film Thailand tentang cewek kembar siam (lupa judulnya), dan Insidious. Yang paling menakutkan adalah film kembar siam dan yang paling heboh adalah saat menonton Insidious. Kami benar-benar menjerit-jerit dan gemetaran, setelah nonton kedua film itu kami bertujuh tidur bareng lagi. Tetapi tidak semua film horor yang kami tonton berhasil membuat ketakutan. Ada yang gagal karena filmnya memang tidak sesuai ekspektasi dan ada yang terjadi karena faktor X. Film yang tidak sesuai ekspektasi alias gagal horor adalah Fourbia 2 dan The Ring. Di Fourbia 2, cerita yang semula horor malah endingnya menjadi lucu, membuat kami semua melongo dan berpikir "what the hell". Di The Ring, klimaksnya sangat lama dan adegan horornya sedikit sehingga penonton sudah keburu bosan. Sedangkan faktor X ini, menurut saya sangat menggelikan. Saat itu kami sedang menonton The Grudge versi Jepang. Hantunya bernama Kayako dan ia mengerikan, bersuara "a...a....aaa...aaakkkk" seperti orang tercekik serta berjalan merayap-rayap. Saat ini saya membayangkannya saja sudah ngeri. Sebenarnya film ini lumayan menakutkan, tetapi efek horornya menjadi hancur karena satu orang, yaitu Memey. Saat adegan Kayako yang berjalan merangkak-merayap menuruni tangga untuk mendatangi korbannya, Memey malah dengan polosnya berkata, "Hantune kok malah push-up e". Kami tercengang memandangnya, tertawa terbahak-bahak, dan seketika hancurlah aura horor di film itu. Okay Mey, good job boy :3.
Nah, sepertinya itu saja yang dapat saya ceritakan soal film horor dan kelompok KKN saya. Saat menulis ini, saya benar-benar terkenang pada mereka. Gantang yang paling suheri saat menonton. Rizka yang selalu memakai kupluk rajutan milik Revta saat menonton, jadi filmnya hanya kelihatan samar-samar. Maya yang menjadi partner ketakutan saya yang paling setia (dan yang ketidurannya paling pertama). Revta yang selalu berkomentar aneh-aneh. Mukhlis yang jarang nonton film horor, tetapi sekali nonton juga heboh (walaupun belum seheboh gantang). Memey yang juga jarang nonton, tetapi sekali nonton bisa merusak atmosfer horor. Dan satu ritual yang selalu kami lakukan setelah selesai nonton film horor, yaitu ke kamar mandi bersama-sama :). Ah, how I miss that day... Dan sekarang waktu sudah menunjukan pukul setengah empat pagi, saya mau tidur dulu, hari ini ada kuliah pagi ;).
Regarder gratuitement DONBASS Disponible
-
[Gratuit * HD *] Surveillance DONBASS (2018) Film complet. DONBASS peut
être regardé pour vous inscrire gratuitement. Regarder DONBASS avec la
qualité HD....
7 tahun yang lalu
0 comments:
Posting Komentar